Manfaat Jogging Yang Sangat Menakjubkan Untuk Kesehatan

0
106

Jogging memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, jika Anda tidak punya waktu dan uang untuk fitness dan pergi ke gym maka Jogging atau berlari merupakan pilihan yang sangat baik untuk mendapatkan tubuh yang fit dan keuntungan lainnya dari aktivitas fisik jogging ini yaitu antara lain resistensi tubuh yang lebih baik, peningkatan konstanta kardiovaskular, kekuatan, kelincahan dan fleksibilitas tubuh yang lebih besar. Tetapi studi terbaru yang dilakukan oleh universitas bergengsi di seluruh dunia telah menemukan manfaat yang lebih jauh, menunjukkan bahwa berlari membawa serangkaian manfaat mengejutkan untuk tubuh.

Jika Anda memiliki kekurangan waktu, dengan 30 menit sehari saja sudah cukup. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa melakukan jogging hanya dengan 5 sampai 10 menit setiap hari mengurangi risiko menderita beberapa penyakit.

Anda juga tidak perlu melakukannya tiap hari karen cukup dengan 3-5 hari per minggu. Anda bisa memulainya dengan intensitas yang rendah. Jika tidak memiliki tempat untuk melakukannya, Anda bisa melakukannya di taman kota.

Manfaat utama Jogging untuk kesehatan wanita dan pria

1. Jogging meningkatkan aktivitas otak

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of South Carolina menemukan bahwa jogging dapat meningkatkan jumlah mitokondria tidak hanya pada otot, tapi juga di otak.

Mitokondria menghasilkan energi untuk berfungsinya sel, sehingga otot yang seratnya memiliki lebih banyak mitokondria, akan merasa tidak cepat kelelahan dan karena itu memiliki daya tahan yang lebih baik.

Demikian pula, peningkatan biogenesis mitokondria di sel otak juga dapat membantu mencegah kelelahan, namun juga berpotensi mengurangi risiko menderita berbagai penyakit pada sistem saraf pusat dan demensia tertentu.

Selain itu, peningkatan mitokondria di otak ini dapat membantu Anda berpikir lebih baik atau lebih jelas.

Untungnya, Anda tidak perlu melakukan lari maraton untuk mendapatkan manfaat ini. Jogging selama 30 menit setiap hari selama beberapa minggu sudah cukup untuk merangsang pembentukan mitokondria baru dan dengan demikian memperbaiki fungsi neuron Anda.

2. Terhindar dari depresi

Berlari dapat membantu Anda merasa lebih baik karena berbagai alasan. Tapi salah satunya adalah latihan lari dengan tingkatan moderat akan merangsang ekspresi gen yang memiliki efek antidepresan yang signifikan.

Menurut data dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yale University, tikus yang berlari di roda mereka 3 km setiap malam selama seminggu, telah secara nyata meningkatkan ekspresi gen VGF, yang memiliki efek antidepresan yang penting dibandingkan dengan tikus yang banyak duduk. Identifikasi gen VGF adalah salah satu penjelasan mengapa latihan fisik dapat berfungsi sebagai antidepresan.

Selain itu, berlari meningkatkan produksi endorfin dan neurotransmitter tertentu yang meningkatkan rasa nyaman. Banyak yang menyebutkan pernah mengalami perasaan “euforia” saat berlari, karena sekresi beta endorfin yang merupakan candu alami yang timbul saat berlari.

Di sisi lain, ada juga bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan berlari meningkatkan produksi sekresi serotonin dan norepinephrine di otak. Zat ini adalah neurotransmitter yang dikenal karena memiliki pengaruh penting dan bermanfaat dalam meningkatkan mood.

3. Membantu mencegah kangker

Tahukah Anda bahwa berlari atau jogging dapat mengurangi risiko kanker usus besar, kanker payudara, kanker prostat dan kanker paru-paru, dan tahukah Anda bahwa melakukan hal ini juga dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pada orang yang sudah menderita kanker?

Kanker usus besar adalah salah satu kanker yang paling banyak dipelajari dalam hubungan mereka dengan latihan fisik, lebih dari 50 penelitian telah dilakukan berkenaan dengan hal ini.

Hasil penelitian ini memberikan informasi kepada kita bahwa orang-orang yang meningkatkan aktivitas fisik, dengan durasi, intensitas atau frekuensi yang teratur, dapat mengurangi risiko berkembangnya kanker usus besar sebesar 30% atau 40%, dibandingkan dengan mereka yang menjalani hidup tanpa banyak melakukan aktivitas fisik dan cenderung tidak peduli dengan berat tubuh mereka.

Semakin aktif orang tersebut, semakin rendah seseorang terkena risiko menderita kanker jenis ini. Dianjurkan untuk melakukan joging atau berlari 30 sampai 60 menit setiap hari; karena hal inilah yang dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat ini sebaik-baiknya.

Sedangkan untuk kanker payudara, hal serupapun terjadi. Sudah banyak penelitian yang dilakukan di Amerika Utara, Eropa, Asia dan Australia menunjukkan bahwa wanita yang lebih aktif dan berolahraga memiliki risiko terkena kanker payudara lebih rendah.

Di sisi lain, mereka yang berlari dan jogging sering juga dapat mengurangi risiko kanker paru-paru. Hal ini telah ditunjukkan oleh banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan 20% pengurangan risiko berkembangnya penyakit ini pada individu yang melakukan olah raga dengan aktivitas fisik yang berat.

Meski belum jelas mekanismenya, penelitian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa mereka berlari atau melakukan olahraga fisik dengan intensitas ringan dapat mengurangi kemungkinan menderita kanker prostat, kemungkinan antara lain karena perubahan hormonal, stimulasi kekebalan dan efek antioksidan.

Jenis olahraga fisik ini juga terbukti memiliki efek menguntungkan pada orang yang telah menderita kanker. Dalam sebuah penelitian, untuk berlari atau berjalan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pada wanita dengan kanker payudara, juga meningkatkan rasa tenang pada pasien dan mendukung prognosis evolusi penyakit ini.

Selain itu, jogging juga dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup di antara orang-orang yang didiagnosis menderita penyakit kanker usus besar. Orang yang mulai berolahraga ini setelah didiagnosis memiliki risiko untuk kambuh yang lebih rendah pada kelompok ini, tingkat kelangsungan hiduppun membaik.

 4. Menghindari arthritis

Sampai sekarang diperkirakan bahwa berjalan buruk untuk lutut dan merusak kartilago, tetapi tidak dengan berlari. Tidak ada bukti bahwa berlari meningkatkan risiko arthritis, justru sebaliknya.

Orang yang berlari biasanya kurang memiliki risiko menderita kondisi ini, hal ini menurut hasil penelitian yang dilakukan pada 75 ribu pelari.

Periset di University of Queens di Kingston, Ontario, mempelajari penyebab efek ini, mereka menemukan bahwa mereka yang melakukan berlari dengan cara yang benar memperlihatkan bahwa lutut mereka lebih bersih dibandingkan dengan mereka yang berjalan.

Saat berlari, Anda memerlukan langkah yang lebih kecil untuk menempuh jarak tertentu. Meskipun kekuatan yang diberikan pada lutut lebih besar daripada saat berjalan, karena pengaruhnya dilakukan dalam jumlah yang lebih sedikit, ini menguntungkan kesehatan lutut dalam jangka panjang.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia, di Monash University, menyimpulkan bahwa orang-orang yang berlari secara teratur meningkatkan produksi tulang rawan dibandingkan mereka yang banyak duduk; sehingga melindungi tulang rawan dari arthritis yang ditakuti.

5. Mengurangi risiko osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang banyak diderita oleh jutaan orang di seluruh dunia. Studi terbaru menunjukkan bahwa berlari atau jogging membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang, sehingga menghindari kekurangan kalsium yang menyebabkan osteoporosis.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Missouri telah menemukan bahwa aktivitas dengan dampak tinggi seperti berlari atau jogging memiliki efek positif dalam meningkatkan kepadatan mineral tulang.

Hal yang harus diperhitungkan juga adalah bahwa tulang adalah bagian tubuh yang paling menderita akibat stres berolahraga karena itu baiknya Anda selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu. Dalam kasus pelari, kaki dan pinggul akan menjadi tulang yang meningkat densitasnya.

Selain itu, melakukan olahraga dinamis di mana kekuatan yang besar dan kekuatan muti-directional diterapkan, seperti pada sepak bola atau bola basket, juga merupakan pilihan bagus untuk memperkuat tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.

 6. Terhindar dari penyakit kardiovaskular

Apakah pernah Anda berpikir bahwa jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga dapat secara efektif meningkatkan kesehatan Anda? Nah, lihatlah hal ini: sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa hanya dengan berlari 5 sampai 10 menit sehari dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Sekelompok peneliti melakukan studi di 55.000 orang dewasa di Amerika Serikat, berusia antara 18 dan 100 tahun. Seperempat dari kelompok ini adalah pelari, sedangkan sisanya tidak.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa setelah beberapa tahun, pelari memiliki risiko 45% lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular dan juga memiliki mortalitas 30% lebih sedikit dari penyebab apapun.

Dan yang paling mengejutkan adalah mereka yang berlari lebih lama, misalnya lebih dari dua jam seminggu, memperoleh manfaat yang sama seperti mereka yang menghabiskan waktu hanya beberapa menit per hari.

7. Mencegah penuaan dini

Jogging juga membantu untuk mencegah penuaan dini pada semua jaringan, menurut sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan pada tahun 2011 dalam Prosiding National Academy of Sciences.

Penelitian dilakukan pada tikus, dan menunjukkan bahwa kelompok tikus yang berlari di roda mereka selama 45 menit tiga kali seminggu, menunjukkan jumlah mitokondria yang lebih banyak pada hampir semua organ dan jaringan mereka, dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga.

Setelah beberapa minggu, tikus yang berlari terlihat lebih muda dan lebih aktif daripada yang tidak. Ini bisa menjelaskan mengapa olahraga juga mampu mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi atau kanker usus besar pada manusia, penyakit yang berhubungan dengan penuaan jaringan.

Bahkan jika Anda hanya dapat memenuhi aktivitas fisik minimum yang disarankan (30 menit, lima kali seminggu), Anda akan hidup lebih lama. Sebuah studi menemukan bahwa ketika orang mulai berolahraga, mereka akan hidup lebih lama. Perokok yang memutuskan untuk berolahraga, menambahkan 4 tahun hidup yang lebih lama untuk kehidupan mereka.

Jadi sekarang Anda tahu, keluar rumah untuk jogging atau berlari selama dua atau tiga kali seminggu atau mungkin beberapa menit sehari dapat memiliki efek positif pada kesehatan Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here