Vagina Bengkak – Penyebab, Gejala Dan Pencegahan

0
49

Mengharapkan kehadiran bayi akan membuat Anda mengalami banyak perubahan fisik, beberapa di antaranya mungkin menyakitkan atau membuat Anda tidak nyaman seperti terjadinya Vagina bengkak. Vagina yang bengkak adalah salah satu masalah yang membingungkan yang akan membuat Anda cemas. Meskipun umum terjadi selama kehamilan, itu bisa menjadi indikator penyakit yang mungkin membutuhkan perhatian medis. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab vagina yang bengkak, apa saja gejalanya dan cara mengatasinya.

Apa Penyebab Vagina Yang Bengkak?

1. Kurangnya Kebersihan

Kegagalan dalam menjaga kebersihan yang tepat di sekitar daerah vagina dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri, menyebabkan peradangan.

2. Inflamasi:

Peradangan di daerah vagina dapat menyebabkan edema, di mana cairan yang berlebihan akan terkumpul di dalam rongga atau jaringan tubuh. Ini dapat menyebabkan keluarnya cairan.

3. Seks Kasar:

Tindakan seksual untuk durasi yang lebih lama atau proses memasukkan yang kasar dapat menyebabkan peradangan vagina atau bahkan dapat menyebabkan perdarahan.

4. STD:

Penyakit menular seksual memfasilitasi transfer bakteri ke daerah vagina, yang mengarah ke peradangan dan gejala penyakit lainnya.

5. Alergi:

Produk tertentu mengandung bahan kimia yang mungkin tidak sesuai dengan kulit Anda dan dapat menyebabkan iritasi di vagina. Efeknya termasuk gatal, kemerahan, peradangan, dan reaksi hiper-alergi lainnya.

6. Infeksi:

Daerah vagina sebagian besar lembab dan bersuhu rendah, yang membentuk dan kondisi ideal untuk bakteri, virus, dan jamur untuk berkembang biak, menyebabkan infeksi.

7. Hormon:

Naik turunnya kadar hormon dapat menyebabkan peningkatan jumlah cairan vagina dan keluarnya lapisan internal.

8. Kista:

Kista di alat kelamin dapat menyebabkan vulvovaginitis, suatu kondisi yang menyebabkan keluarnya cairan, rasa sakit, dan gatal.

Apa Gejala-gejalanya?

  1. Pembengkakan vagina sebagian besar disertai dengan rasa ketidaknyamanan. Anda mungkin menderita lepuhan atau luka yang menyakitkan, iritasi, dan rasa sakit yang umum.
  1. Sering atau sesekali keputihan dengan bau busuk juga terlihat sebagai salah satu gejala.
  1. Wanita juga mengeluhkan mengalami sensasi penembakan yang tajam saat buang air kecil.
  1. Namun, tanda yang paling jelas adalah peradangan dan gatal di sekitar daerah vagina.

Hindari pengobatan sendiri bahkan jika Anda merasa gejalanya tampak ringan dan mudah diobati. Obat apa pun yang Anda minum tanpa pengawasan yang tepat dapat berdampak langsung pada bayi Anda. Jadi, jangan ambil risiko dan konsultasikan dengan dokter Anda jika ada masalah kesehatan.

Bagaimana Anda Dapat Mencegah Pembengkakan Vagina Selama Kehamilan?

1. Kebersihan yang Baik:

Menjaga kebersihan yang baik adalah cara terbaik untuk menjaga semua jenis infeksi di sekitar vagina. Kurangnya kebersihan membuat alat kelamin Anda rentan terhadap virus dan bakteri.

2. Menjauh dari Produk Kuat:

Selama kehamilan, tubuh Anda menjadi sensitif terhadap zat-zat kuat. Sabun atau krim yang telah Anda gunakan selama bertahun-tahun dapat menyebabkan iritasi atau reaksi lain selama kehamilan. Bahan kimia yang ada dalam produk ini dapat bereaksi dengan kulit yang mengarah pada sesuatu yang berbahaya. Hentikan penggunaan ini, mungkin sesuatu yang akan bermanfaat.

3. Kenakan Pakaian Nyaman:

Sangat penting bahwa Anda menghindari mengenakan pakaian ketat karena dapat menyebabkan kekeringan vagina.

Bagaimana Cara Vagina Bengkak Diobati?

1. Jangan Digaruk:

Vagina yang bengkak biasanya gatal tetapi Anda harus menghindari garukan. Anda mungkin melihat lesi atau peradangan ozon di sekitar vagina Anda, dan menggaruk hanya akan menginfeksi area lebih parah.

2. Selalu Jaga Alat Kelamin Bersih:

Selalu cuci kemaluan Anda dengan benar. Namun, jangan terlalu banyak dicuci atau secara keras digosok bagian kulit sekitar vagina karena tidak hanya mengeringkan kulit tetapi juga menyebabkan pertumbuhan mikroba di area tersebut.

3. Obat yang Diresepkan:

Setelah Anda berkonsultasi dengan dokter Anda, dia akan meresepkan obat-obatan untuk mengobati kondisi Anda. Dokter biasanya tidak menyarankan antifungi oral untuk ibu hamil. Jadi Anda mungkin paling disarankan krim topikal. Jika infeksi telah menyebar ke area kulit yang lebih besar maka Anda akan diresepkan antibiotik yang lebih kuat. Obat-obatan ini harus dikonsumsi dengan hati-hati karena interaksi obat apa pun dapat memiliki efek buruk pada janin.

Adakah pengobatan rumah untuk meringankan gejala?

1. Kompres Es:

Jika Anda menderita pembengkakan dan rasa sakit, Anda dapat mencoba menggunakan kompres es untuk meredakan gejala.

2. Probiotik:

Probiotik sangat efektif dalam mempertahankan jenis flora yang tepat yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

3. Tetap terhidrasi:

Minum banyak air memastikan sering buang air kecil. Dengan mengosongkan kandung kemih Anda secara berkala Anda dapat mengontrol pertumbuhan bakteri karena urin bersifat asam dan juga mengurangi penyebaran infeksi.

4. Gunakan Pasta Bawang Putih:

Bawang putih dikenal karena sifat antijamur dan antibakterinya. Oleskan pasta bawang putih dalam jumlah kecil, untuk menghindari sensasi terbakar, dan lihat bagaimana pasat tersebut dapat mengurangi adanya bengkak.

5. Gunakan Cuka Sari Apel:

Cuka sari apel penuh dengan komponen antibakteri. Jadi lain kali ketika Anda mandi, tambahkan sedikit cuka sari apel ke dalam bak air dan biarkan tubuh Anda berendam selama sepuluh hingga dua puluh menit.

Jangan pernah mengabaikan vagina yang bengkak. Cari pertolongan medis dan jaga diri Anda dan bayi Anda untuk selalu sehat dan aman!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here